Bank Investasi Eropa bidik pembiayaan proyek hijau berkelanjutan Rp14,9 triliun

- 9 September 2022 - 18:35

Bank Investasi Eropa (European Investment Bank/EIB) akan menyalurkan dananya ke berbagai proyek hijau dan berkelanjutan di Indonesia sebesar 1 miliar euro atau setara Rp14,9 triliun.

digitalbank.id – Bank Investasi Eropa (European Investment Bank/EIB) akan menyalurkan dananya ke berbagai proyek hijau dan berkelanjutan di Indonesia sebesar 1 miliar euro atau setara Rp14,9 triliun. Keseriusan EIB itu ditandai dengan peresmian kantor regional barunya untuk Asia Tenggara yang berlokasi di Jakarta.

Wakil Presiden EIB yang juga bertanggungjawab atas EIB Asia Tenggara Kris Peeters mengatakan, pihaknya akan menyalurkan investasi jumbo ke proyek-proyek hijau dan berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.

“Di Indonesia EIB siap berinvestasi hingga 1 miliar euro tiap tahun dalam proyek hijau dan berkelanjutan,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat (9/9).

Menurut dia, dalam pengucuran dana itu EIB tidak bekerja sendiri, melainkan mengajak sektor publik dan swasta lokal untuk bermitra dengan EIB. EIB saat ini tengah membiayai proyek hijau untuk sektor sistem transportasi bus di kota Batam dan Makassar. Proyek tersebut melalui fasilitas Financing Energi for Low-carbon Investments-Cities Advisory Facility (FELICITY) bekerja sama dengan GIZ Jerman.

“Proyek transportasi perkotaan serupa sedang dipertimbangkan juga di Jakarta,” kata EIB.

Sebelumnya, Juli tahun ini Peeters mengatakan EIB akan mendukung proyek pengurangan emisi dan penggunaan energi terbarukan, seperti proyek MRT Jakarta. EIB menaruh perhatikan khusus terhadap proyek urban mobility dan urban regeneration. Oleh karena itu, proyek MRT Jakarta yang mencakup perpanjangan rute hingga pembangunan kawasan berorientasi transit (TOD) disebut sangat relevan untuk dibiayai oleh EIB.

EIB melihat terdapat potensi investasi ke berbagai proyek di Indonesia dengan nilai 2,6 miliar euro atau setara Rp 38,8 triliun. Ini mencakup sektor sistem transportasi massal bus senilai 300 juta euro, regenerasi tata ruang perkotaan 500 juta euro, transportasi publik 1 miliar euro, layanan kesehatan 300 juta euro dan pinjaman perantara untuk korporasi senilai 500 juta euro.

Mengenai kantor barunya di Jakarta, dia mengataka ini merupakan kantor ketiganya untuk kawasan Asia setelah Cina dan India. Peeters mengatakan, pembukaan kantor baru ini akan mengakselerasi dukungan teknikal dan finansial untuk bernagai proyek di kawasan.

EIB saat ini telah berinvestasi di Asia Tenggara dengan nilai 625 juta euro selama satu dekade terakhir.  Pembiayaan tersebut disalurkan untuk proyek-proyek di sektor energi, transportasi perkotaan, aksi iklim, infrastruktur terpencil, pembangunan urban. Investasi tersebut terutama di Indonesia, Vietnam, Filipina, Kamboja dan Laos. EIB secara khusus sudah masuk berinvestasi di berbagai proyek di Indonesia sejak 1995 dengan total investasi mencapai 289 juta euro. Investasi tersebut mengalir ke berbagai proyek seperti proyek suplai air, sektor energi, telekomunikasi serta UMKM. (HAN)

 

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.